Sunday, 12 May 2013
Home »
» Ketika Cinta Harus Memilih
Ketika Cinta Harus Memilih
Ketika cinta harus memilih untuk mempertahankan atau berpisah, kemudian memilih mempertahankan maka kekuatan dan kesabaranlah yang mampu membawa keluarganya kembali utuh.
Cinta mengatasi luka, derita dan atmosphere mata. Kekuatan cinta justru diuji disaat orang dicintai berkhianat akhirnya justru menyesal dan kembali kepada keluarganya. Itulah yang terjadi pada seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga anak. Disaat rumah tangganya memasuki usia ke sepuluh tahun, parahara itu datang. Suaminya lupa diri, kariernya sedang menanjak, pulang selalu malam hari. Sholat selalu ditinggalkan. pertengkaran tak terhindarkan. Mereka memutuskan berpisah. Ibu bertugas menjaga anak-anaknya sementara suaminya bertanggungjawab memberikan nafkah setiap bulannya.
Setelah mereka berpisah, ada seorang teman mengajaknya bekerja diperusahaan garment. Meskipun sebagai orang tua tunggal menjaga anak-anak merupakan kebahagiaan bagi dirinya sebab bisa terhindar dari kekecewaan hati yang ditimbulkan akibat ulah suaminya. Namun dalam kesendiriannya bersama anak-anak merasakan kecemasan dan terserang insomnia, sering tidak bisa tidur malam. Ditengah kegelisahannya itulah kehadiran ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh agar Allah berkenan mengembalikan keutuhan keluarganya. Allah Maha mendengar, disaat dirinya sudah putus asa, harapannya agar keluarganya rukun kembali seolah menjadi nyata. Dirinya melihat perubahan anak-anak yang cuek terhadap penderitaannya seolah mengerti apa yang sedang dirasakannya, anak-anak menjadi penurut dan baik.
Bahkan suatu hari dirinya bertemu kembali dengan sang suami, melihat perubahan sikap dan perhatiannya, suaminya mulai berusaha mendekatinya kembali, menyesali perbuatannya telah meninggalkan dirinya dan anak-anaknya. Akhirnya selama setahun perpisahnnya, kehidupan rumah tangga dapat dipulihkan kembali. Mereka sepakat untuk bersatu kembali dengan berharap keridhaan Allah. ‘Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, Engkau satukan kami kembali dalam kebahagiaan keluarga kami. Hanya kehendak Engkaulah yang merekatkan keluarga kami menjadi bersatu.’ tuturnya, terlihat atmosphere mata yang mengalir. Malam itu terasa indah karena hatinya dipenuhi kebahagiaan.
—
“Apabila seorang suami memandang istrinya dengan kasih sayang istrinyapun memandang dengan kasih sayang maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari tangan keduanyanya.” (HR. Rafi’i)
Related Posts:
Kisah Nyata Malam Pesta Seorang Pengantin Wanita Muslimah BismillahirrRahmanirRahim, Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi. “Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengant… Read More
Keutamaan sholat subuh (LENGKAP)Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah: 1. Salah satu penyebab masuk surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang me… Read More
♥ Andai lelaki tahu.. ♥ Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ❀❤.♥Bismillahirr Rahmanirr Rahim♥.❀❤ Andai lelaki tahu.. Apabila seorang perempuan jatuh cinta,lelaki itu tidak semestinya punya segalanya tetapi lelaki itu adalah segalanya d… Read More
Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu“Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…” (SMS dari seorang sahabat) Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau unt… Read More
♥ Bersabar Atas Hadirnya Cinta ♥ ❀❤Bismillahirr Rahmanirr Rahim♥.❀❤ Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Terkadang sulit untuk memahami mengapa Allah menghadirkan seseorang dalam kehidupan kita. Berawal dari saling mengenal tanpa kita sadari… Read More
0 comments:
Post a Comment